Thailand mewajibkan Sistem Kode QR Tiga Warna pada Taksi untuk Keamanan Penumpang

THAILAND — Pada 29 Desember 2025, Departemen Transportasi Darat (DLT) mengumumkan peluncuran tiga kode QR berwarna pada taksi bermeter di Bangkok.
Menurut Royal Gazette, transportasi umum yang membawa tidak lebih dari tujuh orang harus menampilkan stiker kode QR di bagian-bagian berbeda dari kendaraan tersebut.
Pada Juni 2026, lebih dari 70.000 taksi di seluruh negeri akan dilengkapi dengan sistem kode QR tiga warna.
Baru Kode QR taksi Sistem pelacakan dan keamanan adalah jawaban pemerintah terhadap kualitas layanan transportasi umum yang tidak konsisten.
Daftar Isi
Penipuan taksi yang merajalela di Thailand
Selama beberapa dekade, penduduk lokal dan wisatawan melaporkan mengalami pelayanan buruk dari sopir taksi. Mulai dari ketidaksepakatan mengenai tujuan hingga tuntutan biaya tambahan di tengah perjalanan.
Hasil dari survei tahun 2025 yang dilakukan oleh Dewan Pariwisata Thailand (TCT) mengungkapkan bahwa penipuan yang ditujukan kepada wisatawan adalah kekhawatiran nomor satu di antara wisatawan asing.
Thailand juga menempati peringkat ketiga di antara tempat-tempat penipuan taksi terbesar di dunia, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh AllClear.
Adith Chairattananon, Sekretaris Jenderal Asosiasi Agen Perjalanan Thailand (ATTA), membagikan kekhawatirannya, mengatakan, Ini bukan lagi masalah beberapa apel busuk. Ini adalah masalah sistemik yang terkait dengan penegakan hukum yang lemah dan budaya impunitas.
DLT mempertimbangkan untuk menerapkan sistem kode QR untuk taksi di Thailand sebagai langkah positif untuk menekan masalah yang merajalela. Badan tersebut percaya hal ini akan menetapkan akuntabilitas yang lebih besar di industri taksi dan menciptakan pengalaman transit yang lebih aman bagi wisatawan lokal maupun internasional.
Dalam sistem kode QR tiga warna

Untuk program terbarunya, DLT akan menggunakan keamanan yang terjamin Pembuat kode QR untuk membuat tiga jenis kode QR dalam warna ungu, biru, dan merah. Setiap kode memiliki tujuan unik dan ditempatkan di bagian-bagian tertentu dari taksi untuk memudahkan pemindaian.
Kode QR ungu menghubungkan penumpang langsung ke aplikasi Pemberitahuan GPS DLT, di mana mereka dapat melihat rincian verifikasi pengemudi. Ini ditampilkan di kaca depan, menghadap baik pengemudi maupun penumpang.
Untuk memantau taksi juga, DLT mengingatkan sopir taksi untuk menjaga aplikasi tetap aktif sepanjang waktu saat bekerja.
Sementara itu, kode QR biru mengarah ke halaman keluhan untuk seorang sopir tertentu, jika ada yang menerima. Penumpang juga dapat menjawab formulir umpan balik melalui kode yang sama.
Selain itu, kode QR biru dapat membantu menghitung perkiraan tarif dan memungkinkan penumpang untuk berbagi detail perjalanan dengan teman dan keluarga. Kode QR tersebut ditempatkan di jendela belakang kiri penumpang.
Terakhir, kode QR merah memungkinkan penumpang melaporkan masalah yang dihadapi selama interaksi dengan sopir, seperti penolakan, penagihan berlebihan, dan perilaku tidak pantas lainnya, secepat mungkin. Kode tersebut ditempatkan di luar jendela pintu belakang kiri.
Keluhan yang dikirim melalui kode QR ini dikirim ke basis data pemerintah, memungkinkan DLT untuk bertindak dengan cepat bila diperlukan.
Kode QR taksi Thailand akan didistribusikan secara bertahap. Kendaraan yang terdaftar di Bangkok harus mematuhi standar regulasi baru mulai 1 Januari 2026, sementara yang terdaftar di provinsi lain harus mematuhi mulai 1 Januari 2027.
Kode QR sebagai elemen kunci kehidupan di Thailand
Laporan tahun 2025 tentang penggunaan kode QR menempatkan Thailand sebagai pengguna teknologi kode QR terbesar ketiga di dunia. Lebih dari 50% dari populasi menggunakan Kode QR di Thailand untuk kepentingan publik maupun pribadi.
Kode QR berwarna baru untuk keamanan taksi hanyalah salah satu dari banyak penggunaan teknologi di negara ini.
Pada tahun 2017, LINE Thailand bermitra dengan Jaringan Koperasi Taksi Bangkok untuk meluncurkan LINE TAXI. Ini adalah layanan taksi yang mirip dengan aplikasi pemesanan taksi saat ini. Para pengemudi menerima pembayaran melalui sistem kode QR Rabbit LINE Pay, dengan pembayaran tunai tetap diterima.
Thailand juga menggunakan kode QR untuk berbagai tujuan perjalanan. Misalnya, pengunjung asing dapat memindai kode QR untuk menyelesaikan deklarasi masuk secara digital.
Kasus lain yang mencolok adalah peluncuran PromptPay oleh Bank of Thailand pada tahun 2016 untuk secara resmi menstandarisasi pembayaran kode QR di negara tersebut. Ini memungkinkan pembayaran dan transfer serta menyediakan layanan tambahan, seperti pembayaran tagihan dan pencairan pemerintah.
Perjalanan taksi yang lebih aman untuk Thailand
Masalah-masalah yang berkepanjangan memerlukan solusi-solusi modern.
Sistem taksi baru berbasis QR code di Thailand sekarang akan memungkinkan penduduk lokal dan wisatawan internasional menikmati layanan taksi yang lebih ramah, aman, dan terpercaya di seluruh negeri.
Jika berhasil diimplementasikan, dunia dapat mengharapkan kode QR menjadi yang teratas dalam daftar solusi untuk masalah yang ada dan menetapkan standar baru untuk sistem transportasi. 

